Pelatihan Inventory Management for MRO bersama Asia Digital Engineering (ADE): Meningkatkan Kesiapan Armada dan Efisiensi Operasional Mulai 2026

narasumber pelatihan inventory management

Pelatihan Inventory Management for MRO yang diselenggarakan oleh Nexovate bersama Asia Digital Engineering (ADE) Indonesia resmi dimulai pada 18 Desember 2025. Program pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kompetensi tim warehouse ADE dalam mengelola persediaan material secara efektif guna mendukung kesiapan armada dan efisiensi biaya operasional.

Pelatihan ini menghadirkan Dr. Umari Abdurrahim Abi Anwar sebagai trainer, seorang praktisi berpengalaman di bidang Operations, Supply Chain, dan Quality Management. Dengan pendekatan praktis dan kontekstual terhadap industri penerbangan, peserta diajak memahami peran strategis inventory dalam ekosistem Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO).

Program ini dilaksanakan secara daring, sehingga memungkinkan peserta dari berbagai shift operasional untuk tetap mengikuti sesi pembelajaran tanpa mengganggu aktivitas penerbangan yang berjalan.

Peran Strategis Inventory dalam Operasi MRO

Dalam industri penerbangan, pengelolaan inventory bukan sekadar memastikan ketersediaan stok. Inventory memiliki peran yang sangat krusial dalam memastikan keberlangsungan operasional dan keselamatan penerbangan.

Bagi tim warehouse, material yang dikelola bukan hanya komponen biasa, melainkan bagian penting dari sistem yang menentukan kesiapan pesawat untuk terbang tepat waktu. Kesalahan dalam pengelolaan inventory dapat berdampak langsung pada downtime pesawat, biaya operasional, hingga kepatuhan terhadap regulasi keselamatan penerbangan.

Melalui pelatihan ini, tim warehouse ADE diajak untuk melihat inventory dari perspektif yang lebih strategis—tidak hanya sebagai aktivitas operasional harian, tetapi sebagai bagian dari sistem yang mempengaruhi kinerja operasional dan finansial perusahaan.

Materi Hari Pertama: Fondasi Inventory Management untuk Industri MRO

Hari pertama pelatihan difokuskan pada pembangunan fondasi pengetahuan yang kuat terkait pengelolaan inventory di lingkungan MRO aviation. Beberapa topik utama yang dibahas antara lain:

1. Fundamentals of Inventory and Materials

Pada sesi ini, peserta mempelajari konsep dasar pengelolaan material dalam lingkungan operasional penerbangan.

Materi mencakup pemahaman mengenai berbagai jenis dan klasifikasi material, seperti:

  • Fast-moving parts, yaitu komponen yang sering digunakan dalam operasional.

  • Critical parts, komponen yang memiliki dampak langsung pada keselamatan dan operasional pesawat.

  • Shelf-life items dan hazardous materials, yang membutuhkan pengelolaan khusus terkait masa berlaku dan keamanan.

Selain itu, peserta juga mempelajari beberapa konsep penting dalam pengelolaan inventory, seperti:

  • Service level

  • Days of Inventory on Hand (DOH)

  • Pentingnya akurasi stok

Pemahaman konsep-konsep ini membantu tim warehouse dalam memastikan bahwa ketersediaan material selalu seimbang antara kebutuhan operasional dan efisiensi persediaan.

2. Warehouse SOP dalam Lingkungan Aviation MRO

Sesi berikutnya membahas pentingnya Standard Operating Procedure (SOP) dalam pengelolaan warehouse di industri penerbangan.

Peserta diajak meninjau kembali alur proses utama dalam operasional gudang, antara lain:

  • Receiving

  • Put away

  • Storage

  • Issuing

  • Return

  • Cycle count

Selain itu, dibahas pula penanganan kondisi khusus seperti:

  • Aircraft on Ground (AOG)

  • NRFI (Not Ready for Issue)

Dengan memahami SOP secara menyeluruh, tim warehouse dapat memastikan bahwa setiap aktivitas operasional dilakukan dengan standar yang konsisten, terdokumentasi, dan sesuai regulasi industri penerbangan.

3. Akuntansi dan Biaya Terkait Inventory serta P&L

Salah satu aspek penting yang sering kali tidak terlihat langsung oleh tim operasional adalah hubungan antara pergerakan inventory dan laporan keuangan perusahaan.

Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada konsep Accounting and Cost terkait Inventory serta Profit and Loss (P&L). Peserta memahami bahwa setiap aktivitas di warehouse—mulai dari penerimaan material hingga pengeluaran barang—akan tercermin dalam nilai persediaan dan kinerja keuangan perusahaan.

Dengan memahami hubungan ini, tim warehouse dapat melihat bahwa pekerjaan sehari-hari mereka memiliki dampak langsung terhadap:

  • nilai aset perusahaan

  • efisiensi biaya operasional

  • profitabilitas organisasi

Pendekatan Pembelajaran: Praktis dan Kontekstual

Pelatihan ini dirancang dengan pendekatan pembelajaran yang aplikatif. Materi disampaikan melalui kombinasi:

  • pemaparan konsep yang disederhanakan

  • contoh nyata dari operasi line maintenance

  • diskusi interaktif bersama peserta

  • studi kasus yang relevan dengan pekerjaan sehari-hari

Pendekatan ini membantu peserta menghubungkan aktivitas operasional di warehouse dengan dampaknya terhadap sistem operasional dan laporan keuangan perusahaan.

Inventory sebagai Pilar Kinerja Operasional dan Finansial

Salah satu pesan utama dari sesi hari pertama adalah bahwa inventory bukan sekadar persoalan stok barang. Dalam konteks industri penerbangan, pengelolaan inventory memiliki dampak yang jauh lebih luas.

Inventory yang dikelola dengan baik akan berkontribusi pada:

  • Kesiapan pesawat untuk beroperasi tepat waktu

  • Kepatuhan terhadap standar keselamatan dan regulasi penerbangan

  • Efisiensi biaya operasional perusahaan

  • Kinerja keuangan yang lebih sehat

Dengan kata lain, tim warehouse memainkan peran penting sebagai garda terdepan dalam menjaga keandalan operasional armada penerbangan.

Komitmen Nexovate dalam Pengembangan Kompetensi Industri

Sebagai mitra pengembangan kompetensi organisasi, Nexovate berkomitmen untuk menghadirkan program pelatihan yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga relevan dengan kebutuhan operasional industri.

Kolaborasi dengan Asia Digital Engineering (ADE) dalam program Inventory Management for MRO menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kapabilitas sumber daya manusia dalam menghadapi kompleksitas industri penerbangan yang terus berkembang.

Melalui program seperti ini, diharapkan para profesional di bidang warehouse dan supply chain dapat semakin memahami peran strategis mereka dalam menjaga keandalan operasional, keselamatan penerbangan, serta keberlanjutan bisnis perusahaan.