
Inovasi bukan lagi pilihan—ia kebutuhan. Dan dalam era yang bergerak cepat seperti sekarang, kemampuan menghadirkan solusi yang benar-benar relevan dengan kebutuhan pengguna menjadi pembeda utama antara organisasi yang unggul dan yang tertinggal.
Pada 17–18 November 2025, Nexovate kembali menyelenggarakan public training bertajuk “Ciptakan Solusi yang User-Centric Menggunakan Design Thinking” di Ibis Bandung Trans Studio. Selama dua hari, para peserta melewati perjalanan intens namun menyenangkan—memahami user, memetakan masalah, membangun prototype, hingga mempresentasikan solusi inovatif mereka.
Training ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga membawa peserta pada transformasi cara berpikir. Berikut adalah rangkuman perjalanan dan key outcomes yang diperoleh.
Pelatihan dibuka dengan satu refleksi penting:
kita sering terburu-buru membuat solusi sebelum memahami masalahnya dengan benar.
Pada sesi awal, peserta diajak melihat bahwa inovasi bukan sekadar menghasilkan ide baru, tetapi memahami manusia yang berada di balik masalah tersebut.
Outcome utama:
Peserta mulai menyadari pentingnya reframing problem sebelum menyodorkan solusi.
Munculnya pola pikir bahwa inovasi dimulai dari empati, bukan asumsi.
Sesi berikutnya membahas Design Thinking Mindset sebagai dasar berinovasi. Peserta mempelajari bagaimana menunda penilaian, membuka perspektif baru, serta menciptakan ruang aman untuk eksplorasi ide.
Outcome utama:
Peserta mampu melihat masalah sebagai peluang kreativitas.
Peningkatan keberanian untuk bereksperimentasi dan beradaptasi.
Tahap ini menjadi titik balik bagi banyak peserta. Melalui kegiatan seperti:
User Interview
Empathy Map
User Persona
User Journey Map
Mereka menemukan insight mendalam tentang perilaku, motivasi, dan pain points user. Beberapa peserta menyadari bahwa kebutuhan user yang sesungguhnya seringkali berbeda jauh dari apa yang diasumsikan sebelumnya.
Outcome utama:
Peserta mampu mengidentifikasi kebutuhan nyata user.
Munculnya pemahaman yang lebih human-centered dalam memecahkan masalah.
Dengan insight yang terkumpul, peserta belajar menyusun Problem Statement dan merumuskan How Might We (HMW) untuk memperjelas arah solusi. Di tahap inilah masalah yang awalnya rumit menjadi fokus yang tajam dan actionable.
Outcome utama:
Peserta mampu merumuskan pernyataan masalah yang jelas, spesifik, dan siap ditindaklanjuti.
Solusi yang muncul menjadi lebih relevan dan terarah.
Di hari kedua, peserta mulai membangun prototypes. Sederhana, cepat, dan fokus pada inti nilai yang ingin diberikan kepada user. Pendekatan ini mengajarkan bahwa prototype tidak harus sempurna—yang penting bermanfaat untuk memvalidasi konsep awal.
Outcome utama:
Peserta berlatih melakukan iterasi cepat.
Meningkatnya kemampuan untuk menguji ide tanpa takut gagal lebih awal.
Pada tahap testing, para peserta mendapatkan feedback langsung dari user.
Ada ide yang diterima, ada pula yang perlu diperbaiki atau direvisi ulang.
Mereka belajar bahwa inovasi merupakan proses adaptasi berkelanjutan, bukan tentang mempertahankan ego kreator.
Outcome utama:
Peserta memahami cara mengolah feedback sebagai bahan iterasi.
Solusi berkembang menjadi lebih fit terhadap kebutuhan user.
Sesi pitching menjadi puncak kegiatan. Setiap tim mempresentasikan solusi mereka menggunakan Pitch Canvas dan Starfish Canvas. Bukan hanya presentasi, tetapi juga penguatan terhadap value proposition—apa manfaat yang dibawa untuk user dan solusi apa yang ditawarkan.
Outcome utama:
Peserta mampu mengkomunikasikan solusi secara struktural dan persuasif.
Munculnya solusi-solusi kreatif yang mencerminkan pemahaman mendalam terhadap user.
Pelatihan ditutup dengan evaluasi, post-test, dan sesi foto bersama. Namun insight yang dibawa pulang jauh lebih besar: “Inovasi bukan tentang menemukan jawaban paling canggih, tetapi jawaban yang paling manusiawi.”
Outcome final:
Peserta pulang dengan mindset baru dan alat praktis untuk diterapkan di organisasi mereka.
Terbentuknya kesiapan untuk mengembangkan budaya inovasi yang lebih inklusif dan user-centric.
“Training ini membuktikan bahwa Design Thinking bukan hanya metode, tetapi perubahan cara pandang. Peserta belajar bahwa inovasi tidak terjadi dalam ruang rapat—ia lahir dari observasi yang jujur, empati yang tulus, dan keberanian untuk terus mencoba.”
0822 6140 9779
admin@nexovate.id
©2025. Nexovate. All Rights Reserved.