AI for Work batch 2: Work Smarter, Think Critically

Webinar AI for Work Work Smarter Think Critically Nexovate 19 September 2026

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) membuka peluang baru bagi profesional dan akademisi untuk meningkatkan produktivitas, mempercepat pengolahan informasi, serta mendukung pengambilan keputusan. Namun, di balik berbagai kemudahan tersebut, muncul tantangan penting: bagaimana memastikan penggunaan AI benar-benar memberikan nilai tambah tanpa mengurangi kemampuan berpikir kritis dan pertimbangan profesional manusia? Menjawab tantangan tersebut, Nexovate menyelenggarakan webinar AI for Work: Work Smarter, Think Critically pada Sabtu, 19 September 2026, secara daring melalui Zoom. Kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif Nexovate dalam mendorong literasi AI dan membangun kesadaran tentang pemanfaatan teknologi yang cerdas, aman, serta bertanggung jawab di lingkungan kerja.

Webinar ini mengangkat pendekatan praktis yang relevan bagi profesional lintas sektor dan akademisi. Alih-alih berfokus pada penguasaan aplikasi atau teknik prompting semata, pembahasan diarahkan pada kemampuan menentukan kapan AI sebaiknya digunakan, bagaimana mengevaluasi hasilnya, dan kapan keputusan harus tetap berada di tangan manusia.

Memahami Peran AI dalam Mendukung Pekerjaan

Salah satu pembahasan utama dalam webinar ini adalah Where AI Adds Value, yaitu bagaimana mengidentifikasi aktivitas pekerjaan yang berpotensi memperoleh manfaat dari penggunaan AI. AI dapat membantu berbagai aktivitas berbasis pengetahuan (knowledge work), mulai dari merangkum informasi, menyusun draf awal dokumen, mengeksplorasi ide, hingga melakukan analisis pendahuluan. Namun, tidak semua aktivitas tepat untuk diserahkan kepada AI. Melalui pendekatan Human-Led, AI-Assisted, dan AI-Delegated with Human Review, webinar ini menekankan pentingnya pembagian peran yang jelas antara manusia dan teknologi. Pendekatan tersebut membantu pengguna memahami bahwa efektivitas AI tidak diukur dari seberapa banyak pekerjaan yang dialihkan kepada teknologi, melainkan dari ketepatan penggunaannya, kualitas hasil, dan kontrol manusia yang tetap dipertahankan.

AI sebagai Thinking Partner: Bekerja Lebih Cerdas dan Berpikir Lebih Kritis

Pemanfaatan AI tidak terbatas pada kemampuannya menghasilkan jawaban secara cepat. AI juga dapat berperan sebagai thinking partner yang membantu pengguna mengeksplorasi alternatif, menguji asumsi, mempertimbangkan perspektif berbeda, dan memperluas sudut pandang dalam menghadapi persoalan pekerjaan. Dalam pembahasan AI as a Thinking Partner, diperkenalkan pendekatan ASK – CHALLENGE – VERIFY – DECIDE. Pendekatan ini mengajak pengguna untuk tidak berhenti pada jawaban pertama yang dihasilkan AI. Pengguna perlu menantang hasil yang diberikan, memeriksa bukti dan konteks yang mendasarinya, kemudian menggunakan pertimbangan profesional sebelum mengambil keputusan akhir.

Kualitas interaksi dengan AI juga menjadi perhatian melalui penyusunan instruksi yang lebih terstruktur, mencakup tujuan, konteks, informasi pendukung, batasan, kriteria kualitas, dan format hasil yang diharapkan. Dengan demikian, AI diposisikan sebagai sarana untuk memperkuat proses berpikir manusia, bukan menggantikannya.

Trust but Verify: Mengapa Output AI Tetap Perlu Diverifikasi?

Kemampuan AI menghasilkan informasi dalam bahasa yang terstruktur sering kali membuat jawabannya terlihat kredibel. Padahal, AI masih berpotensi menghasilkan informasi keliru, referensi yang tidak valid, data yang tidak mutakhir, maupun kesimpulan yang dibangun dari konteks tidak lengkap. Melalui pembahasan Trust but Verify: Why AI Can Be Wrong, webinar ini menekankan pentingnya kebiasaan mengevaluasi output AI sebelum menggunakannya sebagai dasar pekerjaan profesional maupun akademik. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan memperhatikan klaim, angka, sumber, asumsi, serta konteks yang digunakan untuk menghasilkan suatu jawaban. Prinsip verifikasi ini menjadi semakin penting ketika AI digunakan untuk menyusun laporan, mendukung analisis, mengembangkan materi pembelajaran, atau menghasilkan rekomendasi yang dapat memengaruhi keputusan organisasi.

Safe & Responsible AI: Menjaga Keamanan dan Akuntabilitas

Selain produktivitas dan kualitas hasil, penggunaan AI juga perlu mempertimbangkan keamanan informasi, kerahasiaan data, hak kekayaan intelektual, serta tanggung jawab atas keputusan yang dihasilkan. Dalam konteks profesional, kemudahan mengakses teknologi AI tidak berarti seluruh informasi pekerjaan aman untuk dimasukkan ke dalam platform AI publik.

Oleh karena itu, webinar ini turut mengangkat prinsip Safe & Responsible AI at Work melalui framework STOP, yang mengajak pengguna melakukan pemeriksaan terhadap sensitivitas informasi, kebenaran output, kepemilikan materi, dan kebutuhan akan pertimbangan profesional. Pendekatan ini menekankan bahwa setiap pengguna perlu memahami batasan penggunaan AI, menjaga integritas pekerjaan, serta memastikan adanya pengawasan manusia ketika teknologi digunakan untuk mendukung aktivitas yang memiliki risiko.

Dari Kesadaran Menuju Penggunaan AI yang Lebih Bertanggung Jawab

Melalui rangkaian pembahasan tersebut, webinar AI for Work: Work Smarter, Think Critically menempatkan literasi AI sebagai bagian dari pengembangan kompetensi profesional di era digital. Pemanfaatan AI yang efektif bukan sekadar kemampuan menghasilkan output dengan lebih cepat, tetapi juga kemampuan menentukan penggunaan teknologi yang tepat, mengevaluasi kualitas informasi, mengelola risiko, dan mempertahankan akuntabilitas.

Sebagai bagian dari komitmennya dalam pengembangan kapabilitas individu dan organisasi, Nexovate terus mendorong pendekatan pembelajaran yang menghubungkan perkembangan teknologi dengan kebutuhan nyata di dunia kerja. Work Smarter, Think Critically menjadi pesan utama yang menegaskan bahwa AI dapat memperluas kemampuan manusia, sementara kualitas keputusan tetap bergantung pada pemikiran kritis, verifikasi, dan tanggung jawab profesional.

Temukan informasi mengenai program pelatihan dan pengembangan kompetensi lainnya melalui nexovate.id .